Dilaksanakan dengan sarana pembersihan sbb:
- Persembahan Pokok
- Persembahan Utama
- Tambahan :
.. 3 ciu cing ronde
.. 3 ciu cing mie soa
.. 3 telor merah
.. 1 piring kecil bers kuning
.. 1 gelas air/kelapa gading
Dilakukan untuk pembersihan secara spiritual pada benda-
benda yang akan kita pakai seperti mobil, rumah dan lain-
lain. Bila melakukan pembersihan tanah/rumah, secara fisik
besar sebaiknya ditambahkan "Sam Seng, Arak dan Kue Moci".
Makna dan Hakekat:
- membersihkan barang-barang tersebut dari energi-energi
yang tidak baik
- mendaftarkan barang tersebut atas nama kita.
Jumat, 29 Januari 2010
Rabu, 27 Januari 2010
Hal Kematian
Kita melaksanankan sembahyang d abu Leluhur, kemudian baru
dilanjutkan dengan bersembahyang di Klenteng khusus Toa
Pek Kong, umumnya terletak d pekuburan.
Makna dan Hakekat:
Melaporkan kepulangan seseorang, berarti mencoret keber-
adaan seseorang di dunia nyata sekaligus mendaftarkan di
dunia rohaniah.
Di Klenteng Toa Pek Kong adalah khusus untuk pengurusan
badan rohaniah/arwah manusia.
Hal Ulang Tahun
Ulanh tahun, KelahiranN Perkawinan tetap dibuatka sembah-
yang di abu Leluhur dan di Klenteng.
Ulang tahun kematian diperingati sebagai ulang tahun Kela-
hiran di dunia rohabiah/Coki.
Makna dan Hakekat
Pendaftaran ulang keberadaan kita sebagai manusia/pasangan
hidup.
dilanjutkan dengan bersembahyang di Klenteng khusus Toa
Pek Kong, umumnya terletak d pekuburan.
Makna dan Hakekat:
Melaporkan kepulangan seseorang, berarti mencoret keber-
adaan seseorang di dunia nyata sekaligus mendaftarkan di
dunia rohaniah.
Di Klenteng Toa Pek Kong adalah khusus untuk pengurusan
badan rohaniah/arwah manusia.
Hal Ulang Tahun
Ulanh tahun, KelahiranN Perkawinan tetap dibuatka sembah-
yang di abu Leluhur dan di Klenteng.
Ulang tahun kematian diperingati sebagai ulang tahun Kela-
hiran di dunia rohabiah/Coki.
Makna dan Hakekat
Pendaftaran ulang keberadaan kita sebagai manusia/pasangan
hidup.
Label:
hal kematian,
hal ulang tahun,
kematian,
ulang tahun
Senin, 25 Januari 2010
B. Khusus
1. See Jet/Coki
Dilaksanakan pada hari-hari tertentu sebagai waktu HUT/
See Jet/Coki dari masing-masing Dewa/i, Leluhur.
2. Sembahyang untuk Manusia
Waktu-waktu terpenting dari manusia seperti kelahiran,
pernikahan dan kematian juga dibuatkan sembahyangan.
Hal Kelahiran
Kita sembahyang di Leluhur di rumak kemudian dilanjutkan
sembahyang di Klentang. Makna dan Hakekat: kita laporkan
pada Leluhur keberadaan sang bayi, kemudian direstui/
diantar, di Klenteng didaftarkan sehingga memproleh akta
kelahiran secara rohani.
Hal Perkawinan
Kita melaksanakan upacara sembahyang pada Leluhur baik
dari pria maupun dari pihak perempuan.
Makna dan Hakekatna:
. Dari pihak perempuan: keberadaannya dicoret dari keluarga
asal karena menikah
. Dari pihak pria : melaporkan akan menikah karena adanya
penambahan 1 anggota keluarga baru
Selesai pertemuan keduanya, dilanjutkan dengan sembahyang
bersama di abu Leluhur pihak pria, hoping dan sembahyang
Tuhan Allah. Kemudian sembahyang di Klenteng.
Makna dan Hakekat: Meresmikan pendaftaran perempuan masuk
ke daftar catatan pihak pria disaksikan Hoping, diresmikan
(Diketahui) Thian dan dicatat di Klentang
Dilaksanakan pada hari-hari tertentu sebagai waktu HUT/
See Jet/Coki dari masing-masing Dewa/i, Leluhur.
2. Sembahyang untuk Manusia
Waktu-waktu terpenting dari manusia seperti kelahiran,
pernikahan dan kematian juga dibuatkan sembahyangan.
Hal Kelahiran
Kita sembahyang di Leluhur di rumak kemudian dilanjutkan
sembahyang di Klentang. Makna dan Hakekat: kita laporkan
pada Leluhur keberadaan sang bayi, kemudian direstui/
diantar, di Klenteng didaftarkan sehingga memproleh akta
kelahiran secara rohani.
Hal Perkawinan
Kita melaksanakan upacara sembahyang pada Leluhur baik
dari pria maupun dari pihak perempuan.
Makna dan Hakekatna:
. Dari pihak perempuan: keberadaannya dicoret dari keluarga
asal karena menikah
. Dari pihak pria : melaporkan akan menikah karena adanya
penambahan 1 anggota keluarga baru
Selesai pertemuan keduanya, dilanjutkan dengan sembahyang
bersama di abu Leluhur pihak pria, hoping dan sembahyang
Tuhan Allah. Kemudian sembahyang di Klenteng.
Makna dan Hakekat: Meresmikan pendaftaran perempuan masuk
ke daftar catatan pihak pria disaksikan Hoping, diresmikan
(Diketahui) Thian dan dicatat di Klentang
Label:
hal kelahiran,
hal perkawinan,
khusus
Minggu, 24 Januari 2010
Ringkasan Upacara-upacara Penting
1. Xinjia
- Cau Kun Kong naik, 24/12 Imlek, di Altar Dapur
- Xinjia, 30/12 Imle, di Altar: Leluhur, Cau Kun kong,
Dewa/Klenteng, thian. Doa: menghaturkan selamat Tahun
BaruM
- Cau Kun Kong turun, 4/1 Imlek, di Altar Dapur. Doa:
Sambut rejeki.
2. Thian, 8 malam(00.00)/1 Imlek, di Altar Thian.
Doa: Mohon bimbingan, perlindungan, berkat dan terima
kasi
3. Cap Go Me, 15/ 1 Imlik. Di Altar Leluhur, Dewa/i
Doa: Kerukunan dan terima kasi
4. Ceng Beng, 5 April, di Pusara Leluhur
Doa: menjamu Leluhur
5. Bak Cang, 5/5 Imlek, di Pantai
Doa: Pembersihan dan kekuatan
6.Rebutan, 15/7 Imlek, di Altar Hoping
Doa: Bayar pajak dan berderma
7. Tong Ciu Pia, 15/8 Imlek, di Altar Dewi Bulan
Doa: Perjodohan
8. Ronde, 22 Desember, di Altar Thian
Doa: Pengampunan
- Cau Kun Kong naik, 24/12 Imlek, di Altar Dapur
- Xinjia, 30/12 Imle, di Altar: Leluhur, Cau Kun kong,
Dewa/Klenteng, thian. Doa: menghaturkan selamat Tahun
BaruM
- Cau Kun Kong turun, 4/1 Imlek, di Altar Dapur. Doa:
Sambut rejeki.
2. Thian, 8 malam(00.00)/1 Imlek, di Altar Thian.
Doa: Mohon bimbingan, perlindungan, berkat dan terima
kasi
3. Cap Go Me, 15/ 1 Imlik. Di Altar Leluhur, Dewa/i
Doa: Kerukunan dan terima kasi
4. Ceng Beng, 5 April, di Pusara Leluhur
Doa: menjamu Leluhur
5. Bak Cang, 5/5 Imlek, di Pantai
Doa: Pembersihan dan kekuatan
6.Rebutan, 15/7 Imlek, di Altar Hoping
Doa: Bayar pajak dan berderma
7. Tong Ciu Pia, 15/8 Imlek, di Altar Dewi Bulan
Doa: Perjodohan
8. Ronde, 22 Desember, di Altar Thian
Doa: Pengampunan
Sabtu, 23 Januari 2010
8. Sembahyang Ronde
Tanggal 22 Desember malam kita melaksanakan sembahyang
Thian dengan sarana kue Ronde, umum di sebut sembahyang
Ronde, sebagai lambang permohonan ampun bila ada melaku-
kan kesalahan di tahun tersebut.
Dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
- menggunakan meja Altar tinggi, dengan persembahan yang
sesuai. Yang terpenting yaitu menggunakan Ronde.
Thian dengan sarana kue Ronde, umum di sebut sembahyang
Ronde, sebagai lambang permohonan ampun bila ada melaku-
kan kesalahan di tahun tersebut.
Dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
- menggunakan meja Altar tinggi, dengan persembahan yang
sesuai. Yang terpenting yaitu menggunakan Ronde.
Jumat, 22 Januari 2010
7. Sembahyang Tong Ciu Pia
Dilaksanakan pada tgl 15 bulan 8 imlek jam 7.00 malam,
menggunakan meja di luar menghadap ke Bulan, ditujukan
pada Dewi Bulan.
Persembahan khusus berupa kue Tong Ciu Pia 7 lapis/
tumpuk. Selesai sembahyang kue teratas dibagi rata dan
di makan bersama sebagai lambang persatuan.
Pada tgl ini posisi bulan adalah paling dekat dengan
matahari(dalam setahun) sehingga pada malam tersebut
bulan terlihat paling besar dan terang.
Dapat dikatakan kekuatan bulan/energi negatif(yin)
mempunyai kekuatan maximum, puncaknya di malam hari bila
kita berdiri tepat di atas bayangan kita sendiri.
Jadi makna dan hakekat sembahyang Tong Ciu Pia adalah
pemberkatan cinta kasih.
- antara sesama umat sebagai kerukunan umat manusia
- antara keluarga sebagai kerukunan keluarga
- antara muda-mudi sebagai perjodohan
Tambahan:
Tgl 15/10 imlek merupakan upacara sembahyang Cui Koan/
Penguasa Air, umumnya dilakukan oleh masyarakat yang
pekerjaannya bersinggungan langsung dengan air/laut
seperti nelayan atau pelaut dimana cuaca sangat
berpengaruh. Makna sembahyangan ini bertujuan menyingkir-
kan malapetaka.
menggunakan meja di luar menghadap ke Bulan, ditujukan
pada Dewi Bulan.
Persembahan khusus berupa kue Tong Ciu Pia 7 lapis/
tumpuk. Selesai sembahyang kue teratas dibagi rata dan
di makan bersama sebagai lambang persatuan.
Pada tgl ini posisi bulan adalah paling dekat dengan
matahari(dalam setahun) sehingga pada malam tersebut
bulan terlihat paling besar dan terang.
Dapat dikatakan kekuatan bulan/energi negatif(yin)
mempunyai kekuatan maximum, puncaknya di malam hari bila
kita berdiri tepat di atas bayangan kita sendiri.
Jadi makna dan hakekat sembahyang Tong Ciu Pia adalah
pemberkatan cinta kasih.
- antara sesama umat sebagai kerukunan umat manusia
- antara keluarga sebagai kerukunan keluarga
- antara muda-mudi sebagai perjodohan
Tambahan:
Tgl 15/10 imlek merupakan upacara sembahyang Cui Koan/
Penguasa Air, umumnya dilakukan oleh masyarakat yang
pekerjaannya bersinggungan langsung dengan air/laut
seperti nelayan atau pelaut dimana cuaca sangat
berpengaruh. Makna sembahyangan ini bertujuan menyingkir-
kan malapetaka.
Label:
pia,
sembahyang tong ciu pia,
tong ciu,
tong ciu pia
Kamis, 21 Januari 2010
6. Sembahyang Rebutan
Dilaksanakan pada tgl 15 bulan 7 imlik.
Dapat juga dikatakan sembahyang Tee Koan/Penguasa Bumi,
menggunakan meja biasa hadap ke depan dengan sarana
persembahan ditambah dengan sam seng.
Jumlah yang dipakai 8 atau 12 ditambah beras, rokok,
kartu ceki, kartu domino, kertas warna-warni, baju-baju,
sepatu kertas, kertas doa Wang Sen, bisa juga ditambahkan
baju-baju bekas ditujukan pada Hoping.
Di bawah meja kita haturkan persembahan sekedar dengan
Sam Seng mentah dan kacang atau biji-bajian mentah
ditujukan untuk pengiringipengiring Hoping.
Secara mikro ditujukan untuk roh-roh yang terlantar,
sehingga tidak mengganggu kita.
Tetapi secara makro sembahyang rebutan bermakna memohon
maaf pada bumi dan segala isinya, juga berarti ganti
rugi atau pembayaran pajak selama setahun ini.
Misalnya ada arwah yang tanpa sengaja kita injak(karena
tidak terlihat), kayu yang kita jadikan kursi, sayur yang
kita masak, babi yang kita santap, nyamuk yang kita bunuh,
tanah yang kita eksplotasi, pokoknya semua hal yang ber-
kaitan dengan bumi beserta isinya, kita mohon maaf dan
menggantinya secara simbolis.
Pada minggu sembahyang Rebutan dilakukan, kita melepas
merpati, kura-kura, bibit-bibit lele, udang, kodok,
belut dan lain-lain ke habitat asalnya sebagai lambang
mengganti kehidupan yang kita ambil setahun ini.
Jadi makna dan hakikat sembahyang rebutan ialah berderma
dan pembayaran pajak setahun.
Kita juga dapat ikut serta sembahyang rebutan di
Klenteng yang mengadakannya.
Dapat juga dikatakan sembahyang Tee Koan/Penguasa Bumi,
menggunakan meja biasa hadap ke depan dengan sarana
persembahan ditambah dengan sam seng.
Jumlah yang dipakai 8 atau 12 ditambah beras, rokok,
kartu ceki, kartu domino, kertas warna-warni, baju-baju,
sepatu kertas, kertas doa Wang Sen, bisa juga ditambahkan
baju-baju bekas ditujukan pada Hoping.
Di bawah meja kita haturkan persembahan sekedar dengan
Sam Seng mentah dan kacang atau biji-bajian mentah
ditujukan untuk pengiringipengiring Hoping.
Secara mikro ditujukan untuk roh-roh yang terlantar,
sehingga tidak mengganggu kita.
Tetapi secara makro sembahyang rebutan bermakna memohon
maaf pada bumi dan segala isinya, juga berarti ganti
rugi atau pembayaran pajak selama setahun ini.
Misalnya ada arwah yang tanpa sengaja kita injak(karena
tidak terlihat), kayu yang kita jadikan kursi, sayur yang
kita masak, babi yang kita santap, nyamuk yang kita bunuh,
tanah yang kita eksplotasi, pokoknya semua hal yang ber-
kaitan dengan bumi beserta isinya, kita mohon maaf dan
menggantinya secara simbolis.
Pada minggu sembahyang Rebutan dilakukan, kita melepas
merpati, kura-kura, bibit-bibit lele, udang, kodok,
belut dan lain-lain ke habitat asalnya sebagai lambang
mengganti kehidupan yang kita ambil setahun ini.
Jadi makna dan hakikat sembahyang rebutan ialah berderma
dan pembayaran pajak setahun.
Kita juga dapat ikut serta sembahyang rebutan di
Klenteng yang mengadakannya.
Label:
rebutan,
sembahyang rebutan
Langganan:
Postingan (Atom)