Persembahan Pokok dan Perlambangannya
1. Hio
Gunakan hio harum yang kering dengan batang yang kokoh.
Perlambangan dari hio adalah :
- sebagai api/penerangan jalan kita
- sebagai pengantar permohonan kita
- sebagai saksi/bukti permohonan kita
Hal jumlah
- 1 batang : kepada 1 tujuan
kepada Thian, Tuhan Yang Maha Kuasa atau
kepada 1 Dewa/Dewi/Kong Co yang mempunyai perwujudan tertentu
- 2 batang : kepada 1 tujuan/Leluhur
ditujukan pada 1 leluhur tertentu
- 3 batang : bila digunakan pada waktu sembahyang Thian
berarti penghormatan kepada:
. Penguasa Alam Semesta Thian, Tuhan
. Penguasa Alam Tengah -> Yang Maha
. Penguasa Alam Bawah Kuasa
Atau berarti sembahyang pada Thian Di Kong
. Thian/Penguasa Langit
. Dewa/Kong Co tertentu
. Di Kong/Penguasa Bumi
bila digunakan pada waktu sembahyang di Altar
Dewa/Kong Co berarti ditujukan:
. Kong Co di Altar kita sembahyang dan Rekan2 beliau
- 4 batang : ditujukan untuk beberapa Leluhur
- 7 batang : dipakai untuk sesuatu penghormatan khusus
- 9 batang : dipakai untuk permohonan maaf
secara umum sembahyang kepas Dewa/Dewi, Kong Co dengan
menggunakan 1 atau 3 batang. Kepada Leluhur 2 atau 4 batang.
Ini juga berlaku dalam hal menghaturkan teh, permen,
buah maupun kue dan lain2.
Uraian:
Dari arti perlambangan hio dapat kita simpulkan sarana upacara
yang terpenting aalah Hio. Jadi apabila kondisi keungan tidak
memungkinkan untuk membeli sarana upacara lain2 nya hanya dengan
sarana hio kita sudah termasuk melaksanakan suatu upacara
sembahyang dengan baik. Bahkan apabila dalam kondisi daruratpun,
tanpa sarana hio kita boleh memohon perlindungan/bantuan dan
lain2 dari Dewa/Dewi, Leluhur. Harus kita ingat dalam hal ini
kita berbicara dalam dimensi rohaniah.
Segala uapacara badan rohani kita akan di dengar oleh Dewa/Dewi/
Leluhur yang kita panggil.
Hanya saja kalau kondisi sudah baik,jangan lupa mengucapkan
terima kasih dengan sarana yang memungkinkan.
Tambahan : Tentang Bunga
Menghaturkan bunga berarti menghaturkan keharuman. Sebenarnya
ini sudah terlingkupi pada waktu kita sembahyang dengan
menggunakan hioharum, tetapi boleh menghaturkan bunga sesuai
dengan kondisi. Menghaturkan bunga dengan bentuk vas di taruh
di sisi kiri/kanan Altar. Bunga yang cocok di pakai adalah
bunga Mawar. Atau bisa juga ditempatkan pada piring kecil
(di taruh di meja Altar), bunga yang cocok adalah Cempaka,
Kenanga, Jempiring dan lain2.
Tampilkan postingan dengan label persembahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persembahan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Januari 2010
Persembahan upacara
Tata Upacara Tri Dharma yang kita laksanakan sekarang inimerupakan suatu cara persembahan dengan menggunakan sarana2 persembahan sebagai suatu lambang yang mengandung makna2 tertentu, jadi tanpa kita mengucapkan doa2 tertentu sarana persembahan yang kita haturkan telah memohonkan sesuai dengan perlambangannya masing2.
Ini merupakan suatu hal yang harus disadari sehingga kita semua dapat dengan suka cita menyiapkan sarana2 persembahan yang dipelukan.
Ini juga menyebabkan dalam Tri Dharma tidak ada doa2 khusus yang perlu di baca, kita dapat secara bebas berdoa.
Tidak ada keharusan dalam menghaturkan sesuatu sebagai persembahan dalam jumlah tertentu. semua itu kita laksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi masing2. tapi ada beberapa pedoman pokok yang perlu dicermati supaya maksud dan tujuan suatu upacara dapat tercapai dengan baik. Harus d ingat upacara sembahyang merupakan pemeliharaan badan rohani kita, dalam hal ini untuk memenuhi suatu prosedur2 tertentu.
Apabila kita dengan teratur mengikuti atau menjalankan rangkaian upacara dalam satu tahun, berarti kita telah berbakti kepada "THIAN"(Tuhan Yang Maha Esa), Dewa2, Kong Co, Leluhur secara lengkap dengan permohonan yang mencakup segala aspek kehidupan.
Betapasempurnanya system yang telah diwariskan para leluhur kepada kita semua. Untuk itu kita berupaya melaksanakannya se baik2 nya. Metode sembahyang selain menggunakan perlambang, dapat juga menggunakan cara lain seperti doa2/mantra, meditasi dan lain2. Karena pada pokoknya memiliki tujuan yang sama hanya caranya yang berbeda, disesuaikan dengan situasi kondisi setempat, waktu, minat serta bakat yang bersangkutan dengan " tidak meninggalkan cara yang utama".
Ini merupakan suatu hal yang harus disadari sehingga kita semua dapat dengan suka cita menyiapkan sarana2 persembahan yang dipelukan.
Ini juga menyebabkan dalam Tri Dharma tidak ada doa2 khusus yang perlu di baca, kita dapat secara bebas berdoa.
Tidak ada keharusan dalam menghaturkan sesuatu sebagai persembahan dalam jumlah tertentu. semua itu kita laksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi masing2. tapi ada beberapa pedoman pokok yang perlu dicermati supaya maksud dan tujuan suatu upacara dapat tercapai dengan baik. Harus d ingat upacara sembahyang merupakan pemeliharaan badan rohani kita, dalam hal ini untuk memenuhi suatu prosedur2 tertentu.
Apabila kita dengan teratur mengikuti atau menjalankan rangkaian upacara dalam satu tahun, berarti kita telah berbakti kepada "THIAN"(Tuhan Yang Maha Esa), Dewa2, Kong Co, Leluhur secara lengkap dengan permohonan yang mencakup segala aspek kehidupan.
Betapasempurnanya system yang telah diwariskan para leluhur kepada kita semua. Untuk itu kita berupaya melaksanakannya se baik2 nya. Metode sembahyang selain menggunakan perlambang, dapat juga menggunakan cara lain seperti doa2/mantra, meditasi dan lain2. Karena pada pokoknya memiliki tujuan yang sama hanya caranya yang berbeda, disesuaikan dengan situasi kondisi setempat, waktu, minat serta bakat yang bersangkutan dengan " tidak meninggalkan cara yang utama".
Label:
persembahan,
persembahan upacara,
upacara
Langganan:
Postingan (Atom)